Kelebihan dan Kekurangan Atap Sirap

Kelebihan dan Kekurangan Atap Sirap

Manusia diciptakan untuk terus berfikir, berkarya serta menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di dunia terkait dengan diri dan lingkunganya, baik lingkungan alam maupun sosial. Dari sinilah perkembangan kebudayaan dan peradaban terus berjalan dari masa ke masa. manusia mempunyai kebutuhan pokok yang tidak bisa dihindari. Kebutuhan makan untuk tetap mempertahankan perkembangan jasadnya serta kebutuhan rumah sebagai sarana untuk berlindung, beristirahat, serta memastikan keamanan diri dan keluarganya.


Begitupun juga pada dunia konstruksi sebagi perwujudan dari kebutuhan tempat tinggal serta sarana dan prasarana manusia terus mengalami perkembangan. Dalam membangun sebuah rumah, manusia dihadapkan pada berbagai macam pilihan bahan baku maupun model dari setiap komponen rumahnya. salah satunya adalah bagian penutup atap atau biasa disebut dengan genteng. Dari mulai genteng tanah, genteng beton, genteng galvalum sampai genteng kayu, menjadi alternatif pilihan setiap individu dalam membangun tempat tinggal idamannya. Semua akan terpilih berdasarkan hobi, minat, tingkat kenyamanan, estetika serta nilai dan falsafah hidup yang dianut.

Di tengah menjamurnya model dan bahan baku genteng di era modern ini, ternyata masih ada sekelompok orang yang masih tetap bertahan dengan model - model lama yang dewasa ini sudah sangat jarang ditemukan di berbagai belahan bumi. Sebut saja Genteng kayu. Pertama kali menyebut atap sirap sebagai salah satu jenis genteng kayu, banyak orang yang bingung dengan nama tersebut. Hal ini tidaklah mengherankan, sebab jenis atap ini memang digunakan oleh kalangan tertentu dan terbatas.

Di Indonesia sendiri, sejauh pengamatan dan pengalaman kami, atap sirap banyak digunakan pada bangunan - bangunan bersejarah seperti ; museum, keraton, balai konservasi dll. Ada juga yang dipakai di tempat tempat ibadah seperti ; masjida dan gereja. Pengguna terbanyak dari atap sirap adalah dari kalangan penyedia sarana prasarana wisata seperti hotel, cottage, bungalow, resort, gazebo. Kalaupun ada pengguna dari pribadi, jumlahnya masih sangat sedikit. Di antara rumah pribadi yang pernah kami kerjakan misalnya rumah Ibu. Prof. Wiendu Nuryanti, Phd. Beliau adalah mantan wakil menteri pendidikan dan kebudayaan pada kabinet Bersatu era Presiden SBY dimana waktu itu mendikbudnya dijabat oleh Prof. Dr. Muh. Nuh, DEA.

Penggunaan atap sirap yang masih terbatas kalangan tertentu ini, ternyata tidak mengurangi minat banyak kalangan untuk tetap mencari informasi mengenai kelebihan dan kekurangan atap sirap ini.

Nah... berikut coba kami sampaikan beberapa kelebihan atap sirap sebagai berikut :
  1. Dapat menahan hawa panas yang terpancar dari sinar matahari. Hal ini dikarenakan kayu merupakan jenis material yang jelek untuk menghantarkan panas.
  2. Kesan natural / alami lebih terlihat
  3. Bagi kalangan tertentu, merupakan prestise tersendiri karena selain harganya yang relatif berlipat ganda dari genteng biasa, juga masih digunakan di kalangan terbatas.
  4. Kuat dan tahan lama karena dibuat dari kayu pilihan yang sudah teruji kekuatannya.

Adapun kekurangan atau kelemahan atap sirap adalah :
  1. Harganya relatif lebih mahal. untuk cek harga silakan klik di sini
  2. maintenance nya lebih sulit dari pada genteng yang lain.
  3. Suku cadang terbatas hanya pada suplier tertentu.
  4. Tidak semua penjual genteng menjual atap sirap.
  5. Varian jenis atap sirap masih belum banyak.

Demikian sekelumit informasi mengenai kelebihan dan kekurangan atap sirap yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Entri Populer